Selasa, 21 April 2015

Analisis Jurnal



JURNAL 1
 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3D MODELING KAPAL DENGAN MENGGUNAKAN AUTODESK MAYA
Disusun Oleh :
Rizqi Amy
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA YOGYAKARTA 2013

ABSTRAKSI
Pengembangan 3-dimensi memimpin industri dengan banyak perangkat lunak yang bervariasi yang memiliki kemampuan modeling 3 dimensi. Autodesk Maya adalah perangkat lunak terutama dirancang untuk 3-D animasi tujuan. Meskipun, Maya memiliki kegunaan sebagai alat pemodelan 3 dimensi, banyak artis 3-dimensi lebih suka perangkat lunak lain. Hal ini disebabkan oleh kurangnya teknik pemodelan 3-D yang mendukung maya.
Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa Autodesk Maya 2014 mampu memodelkan berdasarkan non-organik yang sering dikenal sebagai model permukaan yang keras. Dengan membuat model 3D berbasis polygon yang dibantu dengan teknik pemodelan gambar berbasis. Penulis menggunakan Maya kemampuan utama dalam pemodelan nurbs. Kemudian divalidasi oleh para ahli pemodelan 3 dimensi profesional.

LATAR BELAKANG
Industri Hiburan Global adalah salah satu bidang yang berkembang sangat pesat dan selalu memunculkan beberapa kemajuan dalam beberapa dekade terakhir. Dapat dikatakan ini terjadi karena beberapa faktor pendukung yang seiring dan sejalan dalam mendorong perkembangan industri hiburan, semisal perkembangan Teknologi, kecanggihan Sistem Informasi, serta Komunikasi yang ditunjang dengan Transportasi.

METODOLOGI
Metodologi pada perangcangan 3D modeling ini menggunakan metode tahapan pengembangan multimedia. Tahapan metode ini diantara lain :
1.      Acuan Objek Modeling
2.      Perancangan Model
3.      Analisis SWOT Model dan Subdivision Surface Modeling
4.      Implementasi
TEKNIK 

Pada jurnal ini penulis menggunakan teknik nurbs surface dan polygonal model untuk membuat sebuah model 3D. 

Hasil Model 3D


JURNAL 2

PEMODELAN WAJAH 3D BERBASIS FOTO DIRI
MENGGUNAKAN MAYA EMBEDDED LANGUAGE (MEL) SCRIPT
Disusun oleh :

Yudi Prayudi, Iwan Aprizal

 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri,Universitas Islam Indonesia

ABSTRAKSI
Salah satu bentuk akhir dari output grafika komputer adalah pembuatan model 3D dengan sentuhan efek photo realistic. Wajah memiliki karakter organik khusus, pemodelan wajah secara imajinatif adalah sesuatu yang cukup sulit. Untuk kepentingan itu salah satu cara yang diusulkan adalah pemodelan wajah dengan bantuan foto diri. Untuk memudahkan pemodelan maka source image foto diri terlebih dulu diimport ke dalam lingkup aplikasi MAYA. Selanjutnya lewat bantuan MEL Script dibuatkan sejumlah panel untuk memudahkan proses pemodelan. Penggunaan polygonal mesh lebih memudahkan dalam proses pembuatan model wajah dibandingkan dengan NURBS. Untuk menghasilkan model akhir maka dilakukan proses tambahan texturing dengan bantuan aplikasi PhotoShop.

LATAR BELAKANG
Salah satu perkembangan yang menarik dari dunia komputer adalah pada bidang grafika dan multimedia. Sedemikian rupa sehingga kemampuan dasar sebuah komputer generasi terakhir selalu dikaitkan dengan fasilitas dalam bidang grafika dan multimedia. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari kemampuan yang semakin meningkat untuk fasilitas grafika dan multimedia baik secara perangkat keras dan perangkat lunak. Dari segi perangkat keras, semakin berkembangnya kapasitas standar memori serta graphics card adalah sebuah tuntutan yang harus dipenuhi mengingat semakin canggihnya aplikasi-aplikasi grafika dan multimedia yang sekarang ada. Pemodelan 3D, bentuk obyek yang mengarah pada photo realistic dan animasi adalah salah satu produk akhir grafika modern yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi kehidupan.

METODOLOGI
Metode yang digunakan pada jurnal ini memiliki beberapa tahapan, yaitu :
1. Analisis
Pada tahap ini yaitu pengumpulan data melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber, baik berupa ebook  mengenai Modeling 3D, maupun artikel, tutorial, dan dokumentasi dari internet tentang materi tersebut.
2. Perancangan
Pada tahap ini penulis mulai membuat desain dan merancang aplikasi pemodelan wajah 3D menggunakan software Maya.
3. Implementasi (Implementation)
Pada tahap ini aplikasi telah selesai dan siap untup di uji kepada user.
 4. Analisa Hasil
Pada tahap ini penulis menganalisa hasil aplikasi yang telah dibuat dalam jurnal yaitu Pemodelan wajah 3D.

TEKNIK

Teknik yang digunakan penulis pada pembuatan aplikasi ini yaitu Nurbs (Non-Uniform Rational Bezier Spline) modeling, polygon, subdivision dan menggunakan MAYA EMBEDDED LANGUAGE (MEL) SCRIPT.

APLIKASI 

Proses






Hasil 




Tabel Perbandingan
 

Senin, 23 Maret 2015

Sekilas Tentang Software Maya 3D



Pengertian Maya Maya adalah software 3D modeling maupun animasi, khususnya character modeling dan character animation. Autodesk Maya atau sering disingkat menjadi Maya, adalah software desain grafis 3D yang mampu dioperasikan pada Windows, Mac, dan Linux. Pada awalnya software ini dikembangkan oleh Alias System Corporation (Alias|Wavefront), namun saat ini berada di bawah Autodesk, Inc.
Perangkat lunak grafik komputer 3D dibuat oleh Alias Systems Corporation (Diakuisisi oleh Autodesk, Inc. pada tahun 2006). Maya digunakan dalam industri film animasi atau cartoon, dan juga untuk permainan video komputer. Kelebihan dari program ini adalah proses pembuatan Animasi yang relatif lebih mudah dibandingkan perangkat 3D lainnya. Oleh karena itu, Maya memang lebih banyak digunakan untuk membuat character modeling dan animasinya Autodesk maya adalah software animasi 3D yang dilengkapi dengan fitur canggih dan komprehensif. Dengan Autodesk maya 2013 anda dapat menciptakan karya animasi 3D. Autodesk maya 2013 menyediakan perangkat tools untuk animasi, pemodelan, simulasi, matchmoving dan compositing untuk membantu anda menghasilkan karya yang berkualitas. Autodesk maya 2013 sering digunakan untuk pengembangan sebuah game dan proyek animasi 3D lainnya. PadaAutodesk maya 2013 ini telah dibubuhkan tools kreatif terbaru untuk membantu anda menciptakan sebuah konten dan karya yang berkualitas tinggi secara cepat.
Sebagai software modeling dan animasi 3D dapat dikatakan Maya adalah software 3D yang terpopuler kalau bukan yang terbaik pada masa kini, baik untuk modeling maupun animasi, khususnya character modeling dan character animation. Oleh karena itu, Maya memang lebih banyak digunakan untuk membuat character modeling dan animasinya, serta untuk mendesain efek special untuk film. Sedemikian komersilnya software Maya hingga industri perfilman Hollywood banyak menggunakannya dalam karya mereka, baik untuk pembuatan video clip, film animasi, seperti Finding Nemo, film pendek hingga karya besar berupa film kolosal semacam Lord of the Ring. Bahkan Alias Wavefront, pengembang software Maya, menerima penghargaan berupa piala Oscar untuk film Lord of the Ring.
Selain itu, Maya juga digunakan untuk membuat model-model 3D untuk keperluan produksi Game. Salah satu yang paling terkenal adalah Grand Tourismo. Buku ini menguraikan dengan gamblang bagaimana menggunakan Maya 5.0 untuk keperluan modeling 3D, animasi 3D, material, dan pencahayaan. Alur kerja dan interface Maya 5.0. Modeling. Material, Tekstur, dan Pencahayaan. Animasi.

Contoh  gambar software Maya 3D Plus





Sumber :

Kamis, 13 November 2014

Review Jurnal Pemodelan Grafik - 3



Judul Jurnal : Pembuatan Aplikasi Tata Ruang Tiga Dimensi Gedung Serba Guna Menggunakan Teknologi Virtual Reality
Penulis    : Ully Asfari, Bambang Setiawan, dan Nisfu Asrul Sani 

Saya akan menganalisa jurnal ini yaitu tentang Pembuatan Aplikasi Tata Ruang Tiga Dimensi Gedung Serba Guna Menggunakan Teknologi Virtual Reality. Dalam pembuatan Virtual Reality ini juga menggunakan objek 3D. 

Pada jurnal ini juga membahas pengertian Virtual Reality, yaitu merupakan ruang digital dimana seluruh gerakan pengguna dapat diketahui atau dilacak dan mengetahui gambaran sekitarnya. Hasil yang didapat disusun dan ditampilkan ke indra manusia sesuai dengan gerakan-gerakan yang dilakukan. Seperti hal nya kita bermain game Counter Strike atau sejenis nya, yang dapat bergerak untuk melihat berbeda hal nya dengan Augmented Reality (AR) yang hanya bisa melihat tanpa bergerak atau berjalan ke objek tersebut.
Pada tahap desain sistem, penulis membuat aplikasi menggunakan ARToolkit lewat perantara library UnityAR. UnityAR berfungsi sebagai penghubung antara ARToolkit dengan Unity3D. Pada tahap pembuatan aplikasi penulis menggunakan 3DS max sebagai objek utama.

Kelebihan
  • Teori yang di jelaskan penulis cukup banyak
  • Bahasa yang digunakan penulis mudah dimengerti
Kekurangan
  • Pada tahap pembuatan nya penulis hanya sedikit menjelaskan nya.
  • Pada gambar hasil dari Virtual Reality di jurnal ini terlihat pencahayaan nya kurang di perhatikan oleh penulis sehingga terlihat agak gelap.
  • Penulis hanya menjelaskan implementasi dan uji coba nya saja dan tidak menjelaskan cara pembuatan nya
 Sumber :
Download Jurnal

Review Jurnal Pemodelan Grafik - 2

Judul Jurnal : MEDIA PEMBELAJAR PROSES RENDERING OBJEK PADA MATA KULIAH GRAFIKA KOMPUTER BERBASIS MULTIMEDIA
Penulis : Angga Prasetio Romadhon & Murinto

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menganalisa jurnal ini. Di jurnal ini penulis membahas rendering objek berbasi multimedia.

Rendering adalah proses akhir dari keseluruhan proses pemodelan ataupun  animasi komputer. Dalam rendering, semua data-data yang sudah dimasukkan  dalam proses modeling, animasi, texturing, pencahayaan dengan parameter  tertentu akan diterjemahkan dalam sebuah bentuk output. Dalam standard PAL  system, resolusi sebuah render adalah 720 x 576 pixels. Bagian rendering yang  sering digunakan:
 - Field Rendering
Field rendering sering digunakan untuk mengurangi strobing effect yang  disebabkan gerakan cepat dari sebuah obyek dalam rendering video.
- Shader
 Shader adalah sebuah tambahan yang digunakan dalam 3D software tertentu  dalam proses special rendering. Biasanya shader diperlukan untuk memenuhi  kebutuhan special effect tertentu seperti lighting effects, atmosphere, fog dan  sebagainya. 

Di proses rendering  3D juga melibatkan 5 komponen utama yaitu Geometri, Kamera atau point of view, Cahaya, Texture atau karakteristik Permukaan dan Algoritma Rendering.

Kelebihan
  • Pemakaian bahasa dalam penulisan jurnal mudah di pahami.
  • Pada jurnal ini materi dan teori yang di cantumkan sangat lengkap dan banyak.
Kekurangan
  • Penulis tidak menjelaskan cara pembuatan dari aplikasinya tersebut.
  • Penulis hanya menjelaskan hasil dari apilkasinya bukan tahap-tahap pembuatannya. 
Sumber :
Jurnal Rendering

Review Jurnal Pemodelan Grafik - 1



Judul Jurnal : RANCANG BANGUN APLIKASI 3D PADA PENGENALAN TATA SURYA BERBASIS AUGMENTED REALITY
Penulis : Muttaqin Z.
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer
Universitas U'budiyah Indonesia

Pada kesempatan ini saya akan menganalisa jurnal yang berjudul “RANCANG BANGUN APLIKASI 3D PADA PENGENALAN TATA SURYA BERBASIS AUGMENTED REALITY”. Di jurnal ini terdapat 2 bahasan yaitu cara membuat sebuah objek 3D yang dibuat menggunakan 3ds Max dan Augmented reality (AR). 3ds Max sendiri merupakan sebuah perangkat lunak yang membuat objek 3D tampak realistis.

Augmented Reality (AR) adalah suatu teknologi yang dapat menggambarkan dan menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual yg dibuat melalui komputer. Augmented Reality (AR) yaitu dari proses input terhadap konsol yang digunakan jadi Augmented Reality (AR) input yang digunakan berasal dari lingkungan sekitar pada konsol tersebut. kita membutuhkan PC/laptop dengan webcam, penanda (marker), perangkat lunak (software) yang mendukung pembuatan AR. Kemudian agar model 3D dapat terlihat, penanda atau biasa yang disebut dengan marker dapat diarahkan ke webcam. Jika berhasil, maka pola tersebut akan berubah menjadi model 3D dari sebuah planet sesuai dengan marker yang dibuat.
Objek 3D adalah representasi dari data geometrik 3 dimensi sebagai hasil dari pemrosesan dan pemberian efek cahaya terhadap grafika komputer 2d. Hasil ini kadang kala ditampilkan secara waktu nyata (real time) untuk keperluan simulasi. Secara umum prinsip yang dipakai adalah mirip dengan objek 2d, dalam hal: penggunaan algoritma, grafika vektor, model frame kawat (wire frame model), dan grafika rasternya.

Pada tahap pembuatan Aplikasi Pengenalan Tata Surya berbasis Augmented Reality (AR) penulis menggunakan 3DS max sebagai objek utama dan beberapa objek pelengkap lain dan mengkoneksikan ke webcam pada Laptop kita.
Kelebihan
  • Pemakaian bahasa dalam penulisan jurnal mudah di pahami.
  • Penulisan pada tahap pembuatan aplikasi di jelaskan secara sangat lengkap
  • Di jurnal ini semua orang dapat mencoba membuat Augmented Reality seperti yang di buat oleh penulis Karena tutorial sangat jelas
Kekurangan
  • Teori yang dijabarkan dalam jurnal  tidak terlalu banyak
Sumber :
Jurnal Augmented Reality